PROFIL IKATAN PEMUDA KARYA

Ikatan Pemuda Karya yang disingkat IPK berdiri di Medan-Sumatera Utara pada tanggal 28 Agustus 1969 oleh pendirinya Kakanda Olo Panggabean. Sekarang tampuk kepemimpinan DPP IPK dipegang oleh Ketua Umum Budi panggabean. IPK Berdiri sebagai kelanjutan dari berdirinya Sentral Organisasi Buruh Pancasila (SOB Pancasila) pada tanggal 19 Juni 1954 di Jakarta serta berinduk kepada Koordinasi Ikatan-Ikatan Pancasila (KODI) dan merupakan salah satu pendukung Penegak Amanat Rakyat Indonesia (GAKARI).

IPK Berpusat di Medan SumateraUtara, sekaligus sebagai tempat kedudukan Dewan Pembina dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IPK sang mengendalikan seluruh kebijakan (policy) dan kegiatan oraganisasi IPK yang ada di hampir seluruh provinsi di Indonesia (Dewan Pimpinan Daerah/DPD).

IPK adalah salah satu organisasi kepemudaan yang berorientasi dan berjuang di bidang karya dan kekaryaan. IPK berazaskan PANCASILA dan UUD 1945 serta bertujuan untuk mewujudkan cita-cita bangsa seperti termaktub dalam Pembukaan UUD 1945.

IPK merupakan himpunan Pemuda, Pelajar, Mahasiswa, dan Wanita sebagai kekuatan sosial yang mempunyai persamaan semangat dan kehendak sesuai dengan kedudukannya ditengah-tengah masyarakat untuk beramal, berbakti kepada masyarakat serta melaksanakan pembaharuan di segala bidang. IPK dalam keanggotaanya tidak membedakan Suku, Agama, Ras dan Golongan serta tidak mempertentangkan tingkat pendidikan maupun status sosial. IPK bersatu seperti Bhineka Tunggal Ika.

IPK bukan organisasi keagamaan atau kesukuan atau organisasi bagi golongan atau kepentingan kelompok tertentu, melainkan merupakan organisasi massa atau organisasi kepemudaan yang bersifat universal (umum) dengan berpegang kepada prinsip “Bhineka Tunggal Ika” yang tidak membeda-bedakan suku, asal daerah, agama, ras atau golongan dari para anggota.

IPK berorientasi pada “karya dan kekaryaan” dimana para anggota IPK sebagai anggota IPK sebagai kaum pemuda bangsa adalah wajib bekerja dan berkarya dalam pengertian yang baik dan benar guna mengisi kehidupannya serta sekaligus merupakan partisipasinya dalam pembangunan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Untuk mencapai tujuannya, IPK memiliki tugas pokok di bidang Ideologi, Politik, Sosial Budaya dan di bidang Hankamnas. Seluruhnya itu tercantum dalam anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga IPK.

Sumber : TABLOID SENAYAN (Edisi 60 Thn. VI Tanggal 11 Oktober – 18 Oktober 2010)

Kategori:Tak Berkategori

GUBSU MENDUKUNG PEMBANGUNAN LEMBAGA TAKO KARATE-DO SELUAS 1,5 HEKTAR

Medan (SIB), 4 Oktober 2010
Lembaga Tako Karate-Do Indonesia akan dibangun di atas tanah seluas 1,5 hektar di kawasan Selambo, Kecamatan Percut Seituan Deliserdang. Dalam waktu dekat akan akan dilakukan peletakan batu pertama dan akan menghabiskan biaya sekitar Rp 8 miliar lebih. Gubsu H Syamsul Arifin sangat mendukung pembangunan Lembaga Tako sebagai tempat pembinaan atlet karate yang berkualitas.

Ungkapan itu disampaikan Gubsu saat menerima audiensi Pengurus Pengda Tako Sumut, Sabtu (2/10) di Gubernuran. Rombongan dipimpin Ketua Umum Pengda Tako SUmut Samsul Sianturi SH, Sekretaris Drs Effendi Manullang, Guru Sutrisno, Guru Riyan Haryanto (Giran), beberapa unsur pengurus lainnya seperti Ir Lintong Siagian, M Sidabutar SE, Ali Uty Gans dll.

Samsul Sianturi pembangunan Lembaga Tako sebagai pengganti padepokan Tako di Jalan IAIN. Perguruan Tako merupakan yang tertua di Indonesia dan pernah bersinar di tahun 1960 an sampai 1980 an. Sepeninggal Suhu Sahrun Isa, padepokan Jalan IAIN pun tidak bisa dipertahankan.

Tako saat itu satu-satunya perguruan karate yang memiliki padepokan/dojo sendiri. Untuk mengembalikan kejayaan Tako, Samsul Sianturi menggantinya dengan Lembaga Tako yang cukup luas agar kecemerlangan prestasi Tako bisa kembali.

Gubsu H Syamsul Arifin pada pelantikan Pengurus Pengda Tako Sumut di Aula Martabe Kantor Gubsu beberapa bulan lalu mengatakan, padepokan IAIN dibangun Suhu Sahrun Isa tempat berkumpul orang untuk membahas perekonomian, pembangunan dan tempat menggemleng atlet menjadi atlet berkualitas.
Semua orang berkumpul di padepokan tersebut, bukan hanya atlet dan pelatih, tapi tokoh pemuda, politik, birokrat berkumpul bersama Suhu Sahrun Isa membicarakan hal-hal yang penting untuk pembangunan. Hal itulah membuat Perguruan Tako lain dari perguruan karate yang lain dan alumninya orang-orang terkenal yang tersebar di seluruh Indonesia.

Samsul Sianturi menilai ada sebuah kerinduan Gubsu H Syamsul Arifin agar padepokan tersebut dibangun kembali, kerinduan itu menjadi niat besar Samsul Sianturi mewujud nyatakan pembangunan Lembaga Tako.

Syamsul Arifin tidak sekedar Gubsu, dia merupakan bagian dari keluarga besar Tako, pernah menjadi murid Sahrun Isa dan pada pelantikan Pengurus Pengda Sumut Dewan Guru menyematkan Sabuk hitam DAN IV Karate kepada Gubsu. Ada ikatan benang merah yang antara Syamsul Arifin dengan Tako sehingga hubungan emosional itu tetap menginginkan kejayaan Tako kembali.

Di Lembaga Tako selain dibangun padepokan, juga ada asrama atlet, pusat pelatihan atlet nasional dan pusat pelatihan security. Samsul Sianturi sudah memberdayakan alumni tako yang tidak memperoleh pekerjaan untuk dipekerjakan di sebagai keamanan di kereta api bisnis dan eksekutif.

Sebagai Ketua Asosiasi Manajemen Security Indonesia (AMSI), Samsul Sianturi akan merekrut calon security dari karate, terutama diprioritaskan dari perguruan Tako. Karena untuk tenaga pengamanan perlu memiliki ilmu beladiri yang baik untuk mengatasi dan melumpuhkan pelaku kejahatan. Pembinaan security ini sudah mendapat izin dari Poldasu, Tako siap menggemleng mereka menjadi security yang handal dan tangguh karena mereka akan menjadi tenaga pengaman di tempat vital, bagi perusahaan yang membutuhkan Tako siap menyalurkan. (M24/y)

Sumber : Harian SIB

Kategori:Tak Berkategori

TAKO HARUS KEMBALI MILIKI DOJO PUSAT

Medan, 11 Agustus 2010
Gubernur Sumatera Utara H Syamsul Arifin SE berharap Tako Sumut bisa kembali memiliki dojo pusat karate seperti masa jayanya.

Gubsu dalam sambutannya dalam acara pelantikan pengurus TAKO Sumut di Aula Martabe Minggu (8/8) menyatakan, dojo karate yang pernah berdiri di dekat kampus IAIN Medan tak hanya menjadi lambang kejayaan tetapi kebersamaan.

Dojo tak hanya tempat pendiri perguruan menggembleng muridnya, tetapi juga tempat almarhum Suhu H Syahrun Isa menjalin kebersamaan dengan berbagai kalangan termasuk tokoh-tokoh pemuda dan politik sering berkumpul berkomunikasi tentang berbagai hal.

Gubsu mengenal Tako sejak masih remaja dan orangtuanya (alm) Hasan Basri Perak sangat dekat dengan (alm) Suhu H Syahrun Isa serta banyak berjasa kepadanya dan sering memberi semangat. Saya tahu betul Suhu membangun Perguruan Tako ini dengan rasa kebersamaan sehingga murid-muridnya pun kerap berkumpul bersamanya membahas masa depan Tako,” ucap Gubsu yang menerima DAN IV Kehormatan.

Gubsu juga meminta agar diterbitkan buku almamater Tako, sehingga komunikasi dan keakraban bisa terjalin erat. Dinugerahi DAN-IV Kehormatan Gubsu juga menciptakan slogan khusus bagi Tako yakni “Setia”.

Pelantikan pengurus Pengda Karate-Do Tako Indonesia Sumut yang diketuai Samsul Sianturi dilakukan Ketua PB Tako Effendi Sirait. Usai dilantik, Samsul Sianturi menyatakan siap mengemban amanah membangun Perguruan Tako Sumut.

“Kita akan membangun perguruan ini dengan diawali rasa memiliki. Saya akan merangkul seluruh insan Tako yang tersebar di tiap pelosok Sumut. Mereka yang selama ini mungkin kurang peduli dengan Tako karena kesibukan atau mungkin perbedaan pendapat, mau kembali bersama membangun perguruan,” ucap Sianturi yang mengaku bangga dengan dukungan Gubsu terhadap Perguruan Tako.

Pelantikan dihadiri ribuan murid Tako serta hadir diantaranya Walikota Medan Drs Rahudman Harahap, Ketua Umum FORKI Sumut H Rahmat Shah, Anggota DPD RI Parlindungan Purba, Kadisporasu P Sibarani.

Sumber : analisadaily.com

Kategori:Samsul Sianturi, TAKO

PENGDA KARATEDO TAKO INDONESIA SUMUT DILANTIK, GUBSU MENDAPAT ANUGERAH DAN IV

Medan, 10 Agustus 2010
Pengurus Pengda Tako Sumut periode 2010-2014 dilantik Ketua Umum PB Tako Ir Effendi Sirait, Minggu (8/9) di Aula Martabe Kantor Gubsu. Ketua Umum Pengda Tako Sumut yang baru Samsul Sianturi SH saat menerima PATAKA Tako bverjanji akan membesarkan Perguruan Tako di seluruh pelosok Sumut.
Pada kesempatan itu Gubsu H Syamsul Arifin SE menerima anugerah Sabuk Hitam DAN IV Kehormatan yang disematkan Guru Suhantak Paulus. DAN Kehormatan juga diberi kepada Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap MM DAN III, Marganas Nainggolan, Bupati Samosir Ir Mangindar Simbolon, Kombes Pol Drs John Hendrik SH MHum, Drs Hendrik Sitompul MM, Haraito Panggabean dll. DAN kehormatan ini diberikan kepada orang yang telah berjasa dalam perkembangan Tako selama ini.
Gubsu membuat semboyan baru Tako yaitu “Setia”, artinya Gubsu meminta kepada para alumni Tako jangan melupakan perguruan, harus tetap setia membesarkan perguruan. Orang karate adalah orang kesatria karena berani mengatakan salah jika salah, sikap seperti itu harus jadi contoh yang baik dan ditanamkan kepada generasi muda.
Syamsul Arifin berjanji akan membangun Dojo Tako Sumut, karena semasa didirikan Suhu Almarhum Sahrun Isa, Dojo Tako tempat berkumpul semua orang. Selain perkumpulan para guru-guru karate dan atlet, dojo tako juga tempat perkumpulan tokoh-tokoh untuk membahas pembangunan dan tempat menjalin persahabatan.
Menurut Gubsu semangat Suhu Sahrun Isa tidak boleh padam untuk membangkitkan kembali semangat itu perlu dibangun dojo Karate Tako Sumut yang pembangunannya akan diserahkan kepada Sanggam SH Bakkara.
Ketua PB Tako Effendi Sirait mengatakan pelantikan di Aula Martabe merupakan kehormatan besar kepada Tako Indonesia yang dipersembahkan Gubsu Syamsul Arifin. Dengan kebanggaan itu, Tako berjanji akan meningkatkan potensi atlet di tingkat daerah, nasional dan internasional.
Tako berdiri tahun 1973 oleh almarhum Sahrun Isa di Tebing Tinggi dan melahirkan ribuan karateka yang perkasa, rendah hati dan luhur budi. Tako juga salah satu perguruan karate pendiri Federasi Olahraga Karate Do Indonesia (FORKI) dan berperan memajukan perkaratean nasional.
Ketua Umum Pengda Tako Sumut Samsul Sianturi SH berjanji akan membesarkan Perguruan dan akan mengembalikan kejayaan yang pernah dimiliki Tako sebagai perguruan yang disegani.
Untuk dapat mewujudkan keinginan itu warga Tako harus bersatu. Dengan didorong “Sense of Belonging” (Rasa Memiliki) terhadap Tako, Samsul telah mendirikan dojo dan kelak akan mendirikan asrama atlet. Semua itu untuk kemajuan perguruan dan dia akan merangkul semua unsur Tako yang selama ini berserak untuk kembali bersatu.
Ketua Panitia yang juga Ketua I Pengda Tako Sumut Ir Parlaungan Simangunsong menaruh harapan kepada semua kader Tako yang sudah dilantik mampu mengkonsolidasikan kembali seluruh karateka Tako untuk mengembalikan masa jaya yang pernah disandang pada masa lalu.
Pada kesempatan itu diserahkan tali asih kepada atlet Tako yang berhasil meraih medali pada Kejuaraan Nasional karate Junior Piala Mendagri di Makassar. Berikut susunan Pengurus Pengda Tako Sumu: Ketua Umum Samsul Sianturi, Ketua Ir Parlaungan Simangunsong, Ir Lintong Siagian, Tahi Nainggolan SH, Drs Redward Vuko Bakkara MSc, Sanggam SH Bakkara, Ir Chairi Mukmin Tambunan SE, Mangatas Silalahi SE, Haraito Panggabean, Paulus D Sinambela, Arthur Batubara.
Sekretaris Umum Drs Effendi Manullang, Sekretaris: HM Tegusi, Hasiolan Sidabutar SE MA, Joan Berlin Damanik SSi MM, Drs Nisto Harjoyo, Drs Diansyah Nasir CH MSP, Longser Gultom. Bendahara Umum H Muykmin SE SH MA. (M24/g)

Sumber : hariansib.com

Kategori:Tak Berkategori

DUA TOKOH DAPAT PENGHARGAAN TAKO SUMUT

MEDAN, 31 Juli 2010
Pengurus Daerah Tako Indonesia akan menyematkan sabuk Dan III serta Dan IV kehormatan kepada Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin dan Marganas Nainggolan, pada hari Minggu (8/8) di Aula Martabe Kantor Gubernur Sumatera Utara.

Menurut Tahi Nainggolan, seorang pegurus Tako Indonesia, penyematan sabuk kepada dua tokoh tadi, karena keduanya dianggap memiliki peran yang sangat besar terhadap perkembangan Tako Indonesia.

Bersamaan dengan itu juga dikukuhkan pengurus daerah Tako Indonesia Sumatera Utara. Rencananya, selain dihadiri Gubsu, pelantikan nanti juga dihadiri Wali Kota Medan Rahudman Harahap serta jajaran guru besar Tako Indonesia.

Menurut Tahi, bahwa pelantikan pengurus Tako Indonesia Sumut ini merupakan tindak lanjut dari musyawarah daerah Tako Indoensia yang berlangsung pada 5 Juli lalu, yang menetapkan Syamsul Sianturi sebagai Ketua Umum Tako Indonesia terpilih.

Sumber : hariansumutpos.com

Kategori:Tak Berkategori

SAMSUL SIANTURI TERPILIH SECARA AKLAMASI MENJADI KETUA UMUM PENGDA TAKO INDONESIA SUMUT

Medan, 7 Juni 2010
Samsul Sianturi SH yang selama ini sebagai Ketua Dewan Pembina Pengda Tako Sumut terpilih secara aklamasi pada Musdalub, Sabtu (4/6) di Dojo Alberto Jalan Pelajar Medan. Musdalub dihadiri 13 Pengcab/dojo khusus dari 18 Pengcab yang ada di Sumut, semuanya meminta kesediaan Samsul Sianturi menjadi Ketua.
Musdalub dipimpin Drs Effendi Manullang yang juga Ketua Panitia, Hasiholan Sidabutar SE dan Tahi Nainggolan SH, kemudian ditetapkan 4 formateur mendampingi Ketua umum terpilih masing-masing Ir Parlaungan Simangunsong dari Pengda, Riyan Hariyanto dari unsur Dewan Guru, Ir Joni Purba dari Pengcab P Siantar Riyan dan Tahi Nainggolan SH dari pemegang mandat dan formateur harus selesai menyusun kepengurusan sampai 11 Juni untuk di SK kan oleh PB Tako Indonesia.
Drs Effendi Manullang sebagai Ketua Panitia mengatakan, musdalub sudah sah karena sudah quorum, dari 18 Pengcab/dojo khusus dihadiri 13. Selain itu hadir Ketua Dewan Guru HM Tarsum, hadir juga guru Sutrisno (Guru Ino), Hantak Paulus, Guru Riyan Haryanto, Guru Marolop Doloksaribu, Robert Hutagaol, sebelum pembukaan Guru DR Ir Benny Pasaribu juga hadir.
Hadir mewakili Kapoldasu Kabid Binkum Kombes Pol Drs Jhon Hendri SH MH, Wakadensus 88 Poldasu AKBP Alisman Nainggolan SH, mewakili Gubsu Ferlin Nainggolan SH MHum dari Biro Organisasi dan dari Pengda Forki Sumut diwakili Sekum Zulkarnaen Purba. Hadir juga HM Tegusih, putra kandung pendiri Tako Suhu Sahrun Isa, Freddy Binpres PB Tako, Ir Lintong Siagian dari PB Tako, mantan Keta Pengda Tako dua periode Kol Mar (Purn) P Batubara dan senioren Tako Rengganathen. Ada sejumlah dojo yang hadir seperti dojo Perumahan dan Lapangan Golf Royal Sumatera Medan dan PT MASS.
“Jadi tidak ada lagi yang berhak mengatakan musdalub ini tidak sah atau liar, semua unsur sudah terpenuhi, musdalub berjalan dengan lancar, Samsul Sianturi sudah terpilih secara aklamasi, mari kita dukung beliau untuk membesarkan tako ke depan,” ucap Effendi Manullang.
Wakil Ketua Pengda Tako Ir Parlaungan Simangunsong dalam laporannya mengatakan, Musdalub digelar karena Ketua Pengda Drs HM Rizaldi Rambe mengundurkan diri dan Sekretaris Pengda Mindar Sitorus meninggal dunia. Kemudian PB Tako member mandat kepada Drs Effendi Manullang, Tahi Nainggolan, Hasiholan Sidabutar SE, Godang Hutasoit SE dan Berlin Damanik menggelar musdalub.
Zulkarnaen Purba mengatakan, Tako adalah perguruan karate tertua dan banyak sederetan nama masuk dalam pelatda Forki Sumut untuk kejurnas dan PON pada masa-masa lalu. Tahun 2002 pada PON di Surabaya Rossana dari Tako mempersembahkan medali emas untuk Sumut dan Dirja Bahayangkari mendapat medali emas pada Kejurnas Junior Mendagri.
Forki sangat menginginkan kebangkitan dan kemajuan Tako Sumut agar ke depan Sumut bisa mendulang medali yang lebih banyak lagi di Kejurnas, PON, juga bisa ikut ke Sea games dan Asian Games. Menurutnya, jadi Ketua karate banyak yang mau tapi sedikit yang berbuat, dalam kepengurusan karate intinya ada dojo, secretariat dan matras dan semua itu sudah dipenuhi Samsul Sianturi.
AKBP Alisman Nainggolan mengatakan, pada jiwa karate sudah tertanam sportivitas, untuk itu Tako jangan ketinggalan mengisi dojo-dojo di Kota Medan. Untuk menjadi Ketua harus dipilih figure yang bisa jadi contoh. Kepolisian ada membina karate, tapi member kesempatan kepada anggota Polri masuk dalam perguruan manapun seperti Aiptu Sahat Ambarita SH anggota Tako yang telah berhasil.
Samsul Sianturi dalam sambutannya menyatakan siap membesarkan Tako dan mengembalikan masa keemasan Tako. Dia akan merajut mengurai benang yang kusut menjadi satu ikatan yang kuat dan menyatukan piring yang pecah agar anak-anak Tako bisa kembali makan bersama. Tidak ada yang salah pada diri anak-anak Tako, yang ada hanya misscomunication, dengan selesainya Musdalub ini semua unsur Tako yang berserakan akan dipersatukan kembali. Dia tidak menelantarkan orang yang atau membuang orang yang tidak sepaham dengannya, tapi merangkul mereka untuk ikut mengurus Tako.
Menurutnya, anak Tako harus punya Sense of Belonging (rasa memiliki) terhadap Tako agar bisa maju. “Semua anak-anak Tako marilah kembali ke “kandang” kita benahi bersama Tako ini supaya menjadi besar ke depan,” tegasnya. (M24/q)

Sumber : hariansib.com

Kategori:Tak Berkategori

SAMSUL SIANTURI PIMPIN TAKO SUMUT

MEDAN, 8 Juni 2010
Samsul Sianturi SH yang selama ini sebagai Ketua Dewan Pembina Pengda Tako Sumut terpilih secara aklamasi pada Musdalub Tako Sumut yang berlangsung Sabtu (4/6) di Dojo Alberto Jalan Pelajar Medan.

Musdalub dihadiri 13 Pengcab/dojo khusus dari 18 Pengcab yang ada di Sumut, semuanya meminta kesediaan Samsul Sianturi menjadi Ketua.

Musdalub dipimpin Drs Effendi Manullang yang juga Ketua Panitia, Hasiholan Sidabutar SE dan Tahi Nainggolan SH, kemudian ditetapkan 4 formatur mendampingi Ketua umum terpilih masing-masing Ir Parlaungan Simangunsong dari Pengda, Riyan Hariyanto dari unsur Dewan Guru, Ir Joni Purba dari Pengcab P Siantar Riyan dan Tahi Nainggolan SH dari pemegang mandat dan formateur harus selesai menyusun kepengurusan sampai 11 Juni untuk di SK kan oleh PB Tako Indonesia.
Drs Effendi Manullang sebagai Ketua Panitia mengatakan, musdalub sudah sah karena sudah quorum, dari 18 Pengcab/dojo khusus dihadiri 13.

“Jadi tidak ada lagi yang berhak mengatakan musdalub ini tidak sah atau liar, semua unsur sudah terpenuhi, musdalub berjalan dengan lancer, Samsul Sianturi sudah terpilih secara aklamasi, jadi mari kita dukung beliau untuk membesarkan Tako Sumut,” himbau Effendi Manullang. (jun)
Samsul Sianturi dalam sambutannya menyatakan bahwa dirinya siap membesarkan Tako dan mengembalikan masa keemasan Tako. Dia akan merajut mengurai benang yang kusut mejadi satu ikatan yang kuat dan menyatukan piring yang pecah agar anak-anak Tako bisa kembali makan bersama.

“Semua anak-anak Tako marilah kembali ke untuk membesarkan Tako. Bersama-sama kita benahi Tako agar ke depannya menjadi lebih besar dari yang sekarang ini,” ajak Samsul. (mag-7)

Sumber : sumutpos.com

Kategori:Tak Berkategori
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.