Beranda > Tak Berkategori > SAMSUL SIANTURI TERPILIH SECARA AKLAMASI MENJADI KETUA UMUM PENGDA TAKO INDONESIA SUMUT

SAMSUL SIANTURI TERPILIH SECARA AKLAMASI MENJADI KETUA UMUM PENGDA TAKO INDONESIA SUMUT

Medan, 7 Juni 2010
Samsul Sianturi SH yang selama ini sebagai Ketua Dewan Pembina Pengda Tako Sumut terpilih secara aklamasi pada Musdalub, Sabtu (4/6) di Dojo Alberto Jalan Pelajar Medan. Musdalub dihadiri 13 Pengcab/dojo khusus dari 18 Pengcab yang ada di Sumut, semuanya meminta kesediaan Samsul Sianturi menjadi Ketua.
Musdalub dipimpin Drs Effendi Manullang yang juga Ketua Panitia, Hasiholan Sidabutar SE dan Tahi Nainggolan SH, kemudian ditetapkan 4 formateur mendampingi Ketua umum terpilih masing-masing Ir Parlaungan Simangunsong dari Pengda, Riyan Hariyanto dari unsur Dewan Guru, Ir Joni Purba dari Pengcab P Siantar Riyan dan Tahi Nainggolan SH dari pemegang mandat dan formateur harus selesai menyusun kepengurusan sampai 11 Juni untuk di SK kan oleh PB Tako Indonesia.
Drs Effendi Manullang sebagai Ketua Panitia mengatakan, musdalub sudah sah karena sudah quorum, dari 18 Pengcab/dojo khusus dihadiri 13. Selain itu hadir Ketua Dewan Guru HM Tarsum, hadir juga guru Sutrisno (Guru Ino), Hantak Paulus, Guru Riyan Haryanto, Guru Marolop Doloksaribu, Robert Hutagaol, sebelum pembukaan Guru DR Ir Benny Pasaribu juga hadir.
Hadir mewakili Kapoldasu Kabid Binkum Kombes Pol Drs Jhon Hendri SH MH, Wakadensus 88 Poldasu AKBP Alisman Nainggolan SH, mewakili Gubsu Ferlin Nainggolan SH MHum dari Biro Organisasi dan dari Pengda Forki Sumut diwakili Sekum Zulkarnaen Purba. Hadir juga HM Tegusih, putra kandung pendiri Tako Suhu Sahrun Isa, Freddy Binpres PB Tako, Ir Lintong Siagian dari PB Tako, mantan Keta Pengda Tako dua periode Kol Mar (Purn) P Batubara dan senioren Tako Rengganathen. Ada sejumlah dojo yang hadir seperti dojo Perumahan dan Lapangan Golf Royal Sumatera Medan dan PT MASS.
“Jadi tidak ada lagi yang berhak mengatakan musdalub ini tidak sah atau liar, semua unsur sudah terpenuhi, musdalub berjalan dengan lancar, Samsul Sianturi sudah terpilih secara aklamasi, mari kita dukung beliau untuk membesarkan tako ke depan,” ucap Effendi Manullang.
Wakil Ketua Pengda Tako Ir Parlaungan Simangunsong dalam laporannya mengatakan, Musdalub digelar karena Ketua Pengda Drs HM Rizaldi Rambe mengundurkan diri dan Sekretaris Pengda Mindar Sitorus meninggal dunia. Kemudian PB Tako member mandat kepada Drs Effendi Manullang, Tahi Nainggolan, Hasiholan Sidabutar SE, Godang Hutasoit SE dan Berlin Damanik menggelar musdalub.
Zulkarnaen Purba mengatakan, Tako adalah perguruan karate tertua dan banyak sederetan nama masuk dalam pelatda Forki Sumut untuk kejurnas dan PON pada masa-masa lalu. Tahun 2002 pada PON di Surabaya Rossana dari Tako mempersembahkan medali emas untuk Sumut dan Dirja Bahayangkari mendapat medali emas pada Kejurnas Junior Mendagri.
Forki sangat menginginkan kebangkitan dan kemajuan Tako Sumut agar ke depan Sumut bisa mendulang medali yang lebih banyak lagi di Kejurnas, PON, juga bisa ikut ke Sea games dan Asian Games. Menurutnya, jadi Ketua karate banyak yang mau tapi sedikit yang berbuat, dalam kepengurusan karate intinya ada dojo, secretariat dan matras dan semua itu sudah dipenuhi Samsul Sianturi.
AKBP Alisman Nainggolan mengatakan, pada jiwa karate sudah tertanam sportivitas, untuk itu Tako jangan ketinggalan mengisi dojo-dojo di Kota Medan. Untuk menjadi Ketua harus dipilih figure yang bisa jadi contoh. Kepolisian ada membina karate, tapi member kesempatan kepada anggota Polri masuk dalam perguruan manapun seperti Aiptu Sahat Ambarita SH anggota Tako yang telah berhasil.
Samsul Sianturi dalam sambutannya menyatakan siap membesarkan Tako dan mengembalikan masa keemasan Tako. Dia akan merajut mengurai benang yang kusut menjadi satu ikatan yang kuat dan menyatukan piring yang pecah agar anak-anak Tako bisa kembali makan bersama. Tidak ada yang salah pada diri anak-anak Tako, yang ada hanya misscomunication, dengan selesainya Musdalub ini semua unsur Tako yang berserakan akan dipersatukan kembali. Dia tidak menelantarkan orang yang atau membuang orang yang tidak sepaham dengannya, tapi merangkul mereka untuk ikut mengurus Tako.
Menurutnya, anak Tako harus punya Sense of Belonging (rasa memiliki) terhadap Tako agar bisa maju. “Semua anak-anak Tako marilah kembali ke “kandang” kita benahi bersama Tako ini supaya menjadi besar ke depan,” tegasnya. (M24/q)

Sumber : hariansib.com

Kategori:Tak Berkategori
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: