Beranda > Tak Berkategori > GUBSU MENDUKUNG PEMBANGUNAN LEMBAGA TAKO KARATE-DO SELUAS 1,5 HEKTAR

GUBSU MENDUKUNG PEMBANGUNAN LEMBAGA TAKO KARATE-DO SELUAS 1,5 HEKTAR

Medan (SIB), 4 Oktober 2010
Lembaga Tako Karate-Do Indonesia akan dibangun di atas tanah seluas 1,5 hektar di kawasan Selambo, Kecamatan Percut Seituan Deliserdang. Dalam waktu dekat akan akan dilakukan peletakan batu pertama dan akan menghabiskan biaya sekitar Rp 8 miliar lebih. Gubsu H Syamsul Arifin sangat mendukung pembangunan Lembaga Tako sebagai tempat pembinaan atlet karate yang berkualitas.

Ungkapan itu disampaikan Gubsu saat menerima audiensi Pengurus Pengda Tako Sumut, Sabtu (2/10) di Gubernuran. Rombongan dipimpin Ketua Umum Pengda Tako SUmut Samsul Sianturi SH, Sekretaris Drs Effendi Manullang, Guru Sutrisno, Guru Riyan Haryanto (Giran), beberapa unsur pengurus lainnya seperti Ir Lintong Siagian, M Sidabutar SE, Ali Uty Gans dll.

Samsul Sianturi pembangunan Lembaga Tako sebagai pengganti padepokan Tako di Jalan IAIN. Perguruan Tako merupakan yang tertua di Indonesia dan pernah bersinar di tahun 1960 an sampai 1980 an. Sepeninggal Suhu Sahrun Isa, padepokan Jalan IAIN pun tidak bisa dipertahankan.

Tako saat itu satu-satunya perguruan karate yang memiliki padepokan/dojo sendiri. Untuk mengembalikan kejayaan Tako, Samsul Sianturi menggantinya dengan Lembaga Tako yang cukup luas agar kecemerlangan prestasi Tako bisa kembali.

Gubsu H Syamsul Arifin pada pelantikan Pengurus Pengda Tako Sumut di Aula Martabe Kantor Gubsu beberapa bulan lalu mengatakan, padepokan IAIN dibangun Suhu Sahrun Isa tempat berkumpul orang untuk membahas perekonomian, pembangunan dan tempat menggemleng atlet menjadi atlet berkualitas.
Semua orang berkumpul di padepokan tersebut, bukan hanya atlet dan pelatih, tapi tokoh pemuda, politik, birokrat berkumpul bersama Suhu Sahrun Isa membicarakan hal-hal yang penting untuk pembangunan. Hal itulah membuat Perguruan Tako lain dari perguruan karate yang lain dan alumninya orang-orang terkenal yang tersebar di seluruh Indonesia.

Samsul Sianturi menilai ada sebuah kerinduan Gubsu H Syamsul Arifin agar padepokan tersebut dibangun kembali, kerinduan itu menjadi niat besar Samsul Sianturi mewujud nyatakan pembangunan Lembaga Tako.

Syamsul Arifin tidak sekedar Gubsu, dia merupakan bagian dari keluarga besar Tako, pernah menjadi murid Sahrun Isa dan pada pelantikan Pengurus Pengda Sumut Dewan Guru menyematkan Sabuk hitam DAN IV Karate kepada Gubsu. Ada ikatan benang merah yang antara Syamsul Arifin dengan Tako sehingga hubungan emosional itu tetap menginginkan kejayaan Tako kembali.

Di Lembaga Tako selain dibangun padepokan, juga ada asrama atlet, pusat pelatihan atlet nasional dan pusat pelatihan security. Samsul Sianturi sudah memberdayakan alumni tako yang tidak memperoleh pekerjaan untuk dipekerjakan di sebagai keamanan di kereta api bisnis dan eksekutif.

Sebagai Ketua Asosiasi Manajemen Security Indonesia (AMSI), Samsul Sianturi akan merekrut calon security dari karate, terutama diprioritaskan dari perguruan Tako. Karena untuk tenaga pengamanan perlu memiliki ilmu beladiri yang baik untuk mengatasi dan melumpuhkan pelaku kejahatan. Pembinaan security ini sudah mendapat izin dari Poldasu, Tako siap menggemleng mereka menjadi security yang handal dan tangguh karena mereka akan menjadi tenaga pengaman di tempat vital, bagi perusahaan yang membutuhkan Tako siap menyalurkan. (M24/y)

Sumber : Harian SIB

Kategori:Tak Berkategori
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: